Cerpen

Randevous in Daegu

04.50.00


Randevous In Daegu



          Dengan hati sesak menahan segala perih, perlahan aku menuruni lereng danau ini. Biasanya, saat seperti ini, kamu selalu berjalan di depan kemudian memegang tanganku agar tidak jatuh terpeleset. Walaupun terjatuh, kamu akan selalu merentangkan kedua tanganmu untuk menampung tubuhku. Tapi, kini aku harus berjuang sendiri supaya bisa sampai di tepian danau.
            Dua tahun lalu,  selesai kuliah, aku ke perpustakaan mencari buku referensi tugas dari dosen …Karena keasyikan di dalam  perpustakaan,  saat keluar kondisi kampus sudah sepi dan teman-teman yang aku kenal sudah tidak ada lagi. Maka tidak akan ada tumpangan gratis ke tempat kos. Maklum sebagai mahasiswi perantauan apalagi dari negara yang berbeda, aku belum  banyak teman. Karena aku di sini atas bea siswa juga. Sengaja aku memilih jalan kaki dari pada naik taksi atau bis karena saat itu hari belum juga gelap.

Diary

Selalu Ada Jalan Untuk Kebaikan

15.35.00



Alhamdulillah, seteguk jus tomat hangat telah membasahi kerongkonganku setelah kurang lebih 18 jam tidak menelan apapun. Meski sebenarnya, aku tidak merasakan haus. Tetapi hal ini harus aku lakukan untuk membatalkan puasa.  Dari semalam,  memang sudah aku niatkan untuk berpuasa hari ini yaitu hari Kamis. Bukan tidak ada makanan untuk makan sahur tetapi sudah menjadi kebiasaan kalau aku paling malas untuk urusan makan sahur. Yang pasti aku bangun sudah waktunya sholat Shubuh.

            Puasa ini sebetulnya sering aku kerjakan, meskipun kadang kala juga tidak, dengan berbagai alasan tentunya. Namanya  juga iman,  kadang naik , kadang juga turun, begitu juga denganku. Entah kenapa beberapa minggu yang lalu dengan alasan takut tidak kuat karena aktivitas pekerjaan yang cukup padat, maka aku tidak mengerjakan puasa ini. Dengan harapan semua pekerjaan bisa cepat terselesaikan. Tetapi pada kenyataannya, bukannya cepat selesai yang ada pekerjaan tidak kunjung ada habisnya. Dan rasa capek yang teramat sangat.

            Berbeda sekali dengan hari ini, semua seolah dimudahkan oleh-Nya. Rasa haus, lapar dan masuk angin yang biasa menyerangku saat musim dingin, tidak aku rasakan. Karena ketika rasa itu datang, aku cepat-cepat berpikir bahwa “Allah yang menyuruhku melakukan amalan ini, maka Dia juga akan menunjukkan jalan/ kemudahan”. Alhamdulillah, perasaan itu hilang dengan sendirinya hingga waktu Maghrib  tiba. Dan yang pasti semua pekerjaan terselesaikan semua dan masih ada waktu luang untuk buka computer serta istirahat.


Diary

Persahabatan Selalu Meninggalkan Kenangan

15.17.00

Setiap persahabatan pasti selalu meninggalkan kenangan, baik itu manis maupun pahit. Terkadang saat mengingat saat kebersamaan itu, kita bisa senyum-senyum sendiri. Bahkan rasa ingin bertemu dengan mereka dan mengulang kebersamaan itu pasti ada. Apalagi saat tidak berjumpa sampai bertahun-tahun pastinya ingin mengetahui kabar masing-masing
Jl. Kumbokarno Ponorogo, 2001
Sayap kanan Rumdis
Bupati Ponorogo, 2002.


Persahabatan yang tulus akan selalu menumbuhkan rasa rindu untuk berkumpul kembali. Mengenang saat kebersamaan baik dalam suka maupun duka. Dengan persahatan pula, kita telah dididik untuk melewati waktu bersama mereka.

Jaga selalu hubungan dengan sahabat karena dengan persahabatan bisa menambah saudara dan juga membuka pintu rejeki.





 



Hikmah

Dengan Hijabpun Wanita Tetap Cantik

15.03.00


Wanita memakai hijab atau lebih terkenal dengan jilbab adalah hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Karena mayoritas penduduknya memang beragama Islam. Apalagi sekarang ini sedang booming memakai pakaian muslimah berikut aksesorisnya.


Namun, lain halnya apabila wanita yang memakai hijab berada di negara yang penduduknya mayoritas bukan beragama Islam, seperti di Hong Kong. Mereka akan menganggap aneh saat melihat wanita memakai hijab. Bahkan tak jarang beberapa teman pernah ditanya polisi, hanya karena memakai baju hitam-hitam plus kerudung hitam. Mungkin polisi itu mengira kami para Buruh Migran Indonesia (BMI) adalah jaringan teroris yang menyamar sebagai TKI.


Memakai hijab di negara megapolis seperti Hong Kong memang membutuhkan kekuatan niat. Karena banyaknya godaan dari pihak luar, seperti model fashion yang selalu up to date, harus sabar menerima pandangan aneh dari  masyarakat lokal apabila bertemu dengan kita. Godaan yang terberat adalah saat musim panas, di mana suhunya bisa mencapai 34ÂșC bahkan lebih dan tidak ada angin yang bertiup. Sehingga keadaannya menjadi ungkep.


Ketakutan tidak cantik saat memakai hijab menjadi alasan beberapa teman untuk tidak mengenakan hijab. Karena mereka tidak bisa memamerkan potongan rambutnya yang baru, tidak bisa lagi memakai pakai seksi. Dan berbagai alasan lain yang diajukan untuk menunda memakai hijab meski hanya saat libur sekalipun.

Wanita yang takut tidak terlihat cantik saat memakai hijab adalah pandangan yang salah bagi wanita. Sebab kecantikan seorang wanita tidak hanya berasal dari wajah saja. Tetapi juga harus di dukung dengan kecantikan hati.

Ini pengalaman saya saat memakai hijab selama di Hong Kong. Memang ada beberapa orang yang melihat aneh dengan pakaian saya. Bahkan ada yang sedikit menjauh saat berada di dalam lift atau menghindari duduk berdekatan dengan orang yang memakai hijab. Namun, bagi saya hal itu sudah biasa. Toh masyarakat sini tidak banyak bicara dan tidak mau mengurusi kepentingan orang lain.


Tapi terkadang risih juga apabila bertemu dengan masyarakat lokal kemudian melihat kita mulai dari kepala sampai sepatu seperti menelanjangi. Eh, ujung-ujungnya bilang lei houleng wo (kamu cantik sekali). Seperti kemarin saat naik taksi bersama teman, saat akan membayar ongkos, sopir taksi bilang kalau kami itu juga cantik-cantik padahal saat itu kami sedang memakai hijab juga.


Masih di hari yang sama, saat di dalam lift kami kebetulan  bersama dua orang nenek Hong Kong. Sengaja kami hanya tersenyum saja, karena kami tahu nenek-nenek Hong Kong terkenal cerewet dan gengsi kalau membalas sapaan BMI. Meskipun tidak semua nenek Hong Kong seperti itu, banyak juga yang baiknya melebihi nenek kita sendiri. Pandangan aneh memang sempat ditujukan pada kami, namun yang membuat saya terharu mereka bilang “Meskipun memakai jilbab tapi kalian cantik-cantik”. Hemm, jadi geer beberapa kali ni jadinya.


Ini membuktikan bahwa meskipun kita memakai hijab namun seorang wanita tetap akan terlihat kecantikannya. Jadi kenapa mesti takut untuk memakai hijab. Memulai lebih cepat kan lebih baik.

Teras

02.06.00


Prakata Sederhana



       Setiap berjalan kita senantiasa menyisakan jejak di mana kita pernah berpijak, namun karena keegoan terkadang kita engan untuk mengamati jejak-jejak kita.

       Setelah kita sampai di depan dan berhenti sejenak untuk melenakan urat, terkadang timbul keinginan untuk mengamati kembali jejak yang pernah dilalui, namun yang pasti jejak itu telah terhapus oleh waktu. Seperti jejak kita saat melangkah di pasir pantai yang begitu cepat hilang karena air laut menghapusnya secara perlahan. Atau mungkin jejak kita di atas salju yang juga cepat menghilang, karena tetutup salju-salju lain yang terus turun.

       Mungkin jejak itu tiada berbekas lagi namun kenangan saat menjejakkan kaki di tempat itu mungkin akan tetap terkenang. Jika hanya memendam dalam hati hanya kita sendiri yang tahu, menuliskan jejak kenangan di diari, hanya kita yang tahu atau mungkin beberapa orang yang sempat membaca tulisan kita. Tetapi menulis di rumah maya ini, semua orang bisa membaca dan mungkin bisa mengambil hikmah cerita yang kita tulis.

Like us on Facebook

Flickr Images