Teras

02.06.00


Prakata Sederhana



       Setiap berjalan kita senantiasa menyisakan jejak di mana kita pernah berpijak, namun karena keegoan terkadang kita engan untuk mengamati jejak-jejak kita.

       Setelah kita sampai di depan dan berhenti sejenak untuk melenakan urat, terkadang timbul keinginan untuk mengamati kembali jejak yang pernah dilalui, namun yang pasti jejak itu telah terhapus oleh waktu. Seperti jejak kita saat melangkah di pasir pantai yang begitu cepat hilang karena air laut menghapusnya secara perlahan. Atau mungkin jejak kita di atas salju yang juga cepat menghilang, karena tetutup salju-salju lain yang terus turun.

       Mungkin jejak itu tiada berbekas lagi namun kenangan saat menjejakkan kaki di tempat itu mungkin akan tetap terkenang. Jika hanya memendam dalam hati hanya kita sendiri yang tahu, menuliskan jejak kenangan di diari, hanya kita yang tahu atau mungkin beberapa orang yang sempat membaca tulisan kita. Tetapi menulis di rumah maya ini, semua orang bisa membaca dan mungkin bisa mengambil hikmah cerita yang kita tulis.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images