Dunia Jamur

Komposisi Pembuatan Baglog Jamur Tiram

15.32.00

Seperti halnya tanamanan yang lain, jamur tiram juga memerlukan media untuk tumbuh. Media tumbuh jamur tiram bisa dari batang kayu yang sudah lapuk, serbuk gergaji, jerami padi . Bahkan ada juga yang menggunakan serbuk kardus sebagai media tumbuh jamur tiram.

Media tumbuh jamur biasanya di sebut baglog jamur. Untuk menghasilkan jamur yang berkwalitas dibutuhkan bebarapa fakor yang menunjangnya yaitu :

  • Serbuk gergaji, gunakan serbuk gergaji dari kayu yang tidak keras dan tidak mengandung getah banyak. Biasanya petani jamur menggunakan serbuk gergaji kayu sengon.
  • Bibit jamur tiram yang berkwalitas, mengambil bibit dari petani yang lebih berpengalaman lebih disarankankan karena salah memilih bibit berakibat jamur tidak tumbuh meskipun tumbuh terkadang beratnya tidak sesuai standart.
  • Bekatul, gunakan bekatul yang baru dari penggilingan padi karena bekatul yang lama akan banyak ulat didalamnya dan berakibat pada perkembangan jamur tiram
Komposisi pembuatan baglog jamur antara petani satu dengan yang lain berbeda menurut keyakinan masing-masing. Berikut ini komposisi pembuatan baglog jamur tiram menurut pengalaman saya sebagai petani jamur tiram. Untuk pembuatan 100 baglog jamur tiram dibutuhkan :
  • 3 karung serbuk gergaji
  • 10 kg bekatul
  • 1,5 kg kapur CaCO3
  • Bibit jamur tiram
  • Plastik baglog ukuran 18x35x0,4
Cara pembuatan baglog jamur tiram :
  • Aduk serbuk gergaji, bekatul dan kapur sampai tercampur rata. Tambahkan air aduk lagi sampai rata. Untuk melihat kecukupan air bisa dengan mencoba mengepal adukan, bila adukan dikepal tidak lepas berarti kadar air cukup. Tetapi bila dikepal lepas berarti kadar air kurang. Usahakan jangan sampai dikepal keluar air karena itu berarti kadar air terlalu banyak dan akan menyebabkan miselium jamur merambatnya lambat.
  • Setelah tercampur rata kumpulkan adukan menjadi gundukan, kemudian tutup dengan terpal dan biarkan semalam.
  • Besok pagi adukan ini sudah bisa dimasukkan ke dalalm plastik baglog.

Hikmah

Allah Memberi Yang Terbaik Bagi Kita

15.08.00

Setiap manusia pasti mempunyai keinginan dan berharap keinginan itu bisa segera terwujud. Tetapi kenyataannya terkadang wujud keinginan itu berbeda dengan apa yang kita inginkan. Misalnya saja seorang pelajar SMP yang baru lulus berharap masuk SMU A yang merupakan SMU favorit di kota tersebut. Tetapi kenyataannya pelajar tersebut tidak bisa masuk SMU A karena nilainya di bawah standart yang ditetapkan SMU A. Contoh lain Pak B berkeinginan mempunyai rumah besar supaya saat lebaran semua saudaranya bisa ditampung di rumahnya, tetapi karena uang yang dimiliki PaK B tidak mencukupi untuk membuat rumah besar, maka ia memutuskan membuat rumah yang lebih kecil saja.

Ada Apa Dengan Cinta

18.36.00



Bukannya  latah ingin ikut-ikutan berbicara tentang film Ada Apa Dengan Cinta 2(AADC2) yang sekarang sedang diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Yang katanya ada adegan kiss sampai 3 kali, tetapi film tersebut boleh ditonton remaja diatas 13 tahun. Sehingga hal ini menjadi sorotan dan perbincangan hangat di sosial media.

Tetapi kali ini saya tidak ingin mengulas tentang film tersebut meskipun saya juga ingin belajar menulis skenario film atau sinetron. Kali ini saya akan berpendapat tentang apa itu cinta tentunya menurut versi saya.

Meskipun Februari telah lewat tak ada salahnya kalau berbicara tentang cinta, toh cinta tidak harus di bulan itu, setiap hari kita membutuhkan cinta supaya hidup bisa berarti dan bahagia.

Bagi saya cinta tidak harus terhadap pasangan entah itu bagi yang masih muda dalam masa penjajakan atau ta'aruf ataupun terhadap pasangan yang sudah sah. Cinta bagi saya artinya sangat luas, cinta pada pasangan, anak, saudara, harta, teman, pekerjaan dan pada hal yang lain.

Menurut versi saya cinta adalah rasa suka, memiliki, mau menerima apa adanya dengan segala kekurangan dan kekurangan. Tentu saja rasa ini harus keluar dari lubuk hati. Tanpa cinta hubungan seseorang juga akan hampa, begitupun dengan teman tanpa cinta hubungan akan hambar. 

Alasan itulah mengapa saya mengubah nama Blog menjadi Goresan Pena Cinta, karena tanpa cinta saya tidak mungkin bisa menulis di sini. Karena cinta menulis pula yang membuat saya mulai mengaktifkan blog yang telah beberapa tahun vakum. Semoga saya senantiasa dikaruniai cinta supaya semakin aktif di blog.

Dunia Jamur

Memilih Jamur Tiram Sebagai Usaha

18.09.00

Banyak teman, saudara selalu bertanya kenapa saya memilih budidaya jamur tiram sebagai bentuk usaha. Bukankah banyak jenis usaha yang bisa dipilih seperti berdagang atau beternak hewan. Mereka juga bertanya darimana saya belajar budidaya jamur tiram, karena yang mereka tahu selama ini saya merantau. begitu sampai di rumah kok langsung budidaya jamur tiram.

Awalnya sih memang tidak punya pikiran untuk budidaya jamur tiram. Begitu pulang dari Hong Kong tahun 2012 lalu, yang ada dalam pikiran saya adalah punya usaha, apapun bentuk usahanya. Supaya saya punya kesibukan dan terutama punya penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Pada mulanya sih ingin usaha di bidang peternakkan ayam, meneruskan usaha orang tua yang kolaps akibat krismon tahun 1998 lalu. Pertimbangan ini saya ambil karena kandang ayam yang dulu juga masih ada tinggal memperbaiki saja, hal ini tentu saja bisa mengurangi biaya untuk modal usaha.

Tetapi mengingat sekarang di sekeliling kandang ayam adalah rumah tetangga, saya memutuskan tidak jadi memelihara ayam. Kan tidak mungkin saya yang menikmati hasilnya, sementara tetangga setiap hari mengeluh karena polusi udara yang ditimbulkan.

Akhirnya saya mulai surving lagi di internet, jenis usaha apa yang bisa dijalankan dengan tetap memafaatkan kandang ayam tersebut. Entah kenapa ketika membaca artikel mengenai jamur tiram, saya merasa tertarik untuk budidaya. Untuk menambah pengetahuan saya membeli beberapa buku tentang budidaya jamur tiram.

Setelah mengetahui gambaran tentang jamur tiram, baik tentang manfaat dari jamur tiram bagi kesehatan maupun hasil apa yang didapat dari budidaya jamur  dan gimana prospek ke depannya. Kemudian saya mulai mencari tahu di lingkungan sekitar, siapa saja yang pernah berkecimpung di dunia jamur tiram. Ada beberapa memang yang pernah budidaya jamur tiram dalam skala kecil dan mereka memang gagal. Hal ini juga yang membuat suami ragu untuk memulai usaha ini.

Tetapi karena hati ini sudah mantap untuk budidaya jamur tiram, saya yakinkan suami bahwa apapun bentuk usaha atau pekerjaan pasti ada resikonya. Tetapi jika punya niat dan kemauan pasti kita mampu mengatasinya.

Akhirnya dengan niat Bismillahirrohmannirrohim kami sepakat untuk budidaya jamur tiram. Beruntungnya ada tetangga yang sudah budidaya jamur terlebih dahulu jadi bisa tukar pendapat tentang jamur.

Pada awal budidaya jamur tiram saya memilih menjadi petani binaan, di mana untuk baglog jamur saya masih membeli dari tetangga tersebut. Pertimbangan ini saya ambil untuk mempelajari karakteriktik  jamur tiram, bagaimana tumbuhnya, cara perawatannya. Karena selama ini belum pernah memelihara. Dengan begini saya bisa setiap saat bisa bertanya kepada penjual baglog, kenapa jamur saya kok begini dan begitu.

Setelah dua kali periode akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai membuat baglog sendiri. Dengan membuat baglog sendiri tentu saja akan mengurangi biaya pembelian baglog dan tentunya laba yang diperoleh juga akan bertambah. Itulah awal mula saya mulai budidaya jamur tiram, untuk cerita mengenai jamur tiram  disambung lain waktu. Untuk yang belum punya usaha segera memlih jenis usaha sebagai pegangan.








Like us on Facebook

Flickr Images