Memilih Jamur Tiram Sebagai Usaha

18.09.00

Banyak teman, saudara selalu bertanya kenapa saya memilih budidaya jamur tiram sebagai bentuk usaha. Bukankah banyak jenis usaha yang bisa dipilih seperti berdagang atau beternak hewan. Mereka juga bertanya darimana saya belajar budidaya jamur tiram, karena yang mereka tahu selama ini saya merantau. begitu sampai di rumah kok langsung budidaya jamur tiram.

Awalnya sih memang tidak punya pikiran untuk budidaya jamur tiram. Begitu pulang dari Hong Kong tahun 2012 lalu, yang ada dalam pikiran saya adalah punya usaha, apapun bentuk usahanya. Supaya saya punya kesibukan dan terutama punya penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Pada mulanya sih ingin usaha di bidang peternakkan ayam, meneruskan usaha orang tua yang kolaps akibat krismon tahun 1998 lalu. Pertimbangan ini saya ambil karena kandang ayam yang dulu juga masih ada tinggal memperbaiki saja, hal ini tentu saja bisa mengurangi biaya untuk modal usaha.

Tetapi mengingat sekarang di sekeliling kandang ayam adalah rumah tetangga, saya memutuskan tidak jadi memelihara ayam. Kan tidak mungkin saya yang menikmati hasilnya, sementara tetangga setiap hari mengeluh karena polusi udara yang ditimbulkan.

Akhirnya saya mulai surving lagi di internet, jenis usaha apa yang bisa dijalankan dengan tetap memafaatkan kandang ayam tersebut. Entah kenapa ketika membaca artikel mengenai jamur tiram, saya merasa tertarik untuk budidaya. Untuk menambah pengetahuan saya membeli beberapa buku tentang budidaya jamur tiram.

Setelah mengetahui gambaran tentang jamur tiram, baik tentang manfaat dari jamur tiram bagi kesehatan maupun hasil apa yang didapat dari budidaya jamur  dan gimana prospek ke depannya. Kemudian saya mulai mencari tahu di lingkungan sekitar, siapa saja yang pernah berkecimpung di dunia jamur tiram. Ada beberapa memang yang pernah budidaya jamur tiram dalam skala kecil dan mereka memang gagal. Hal ini juga yang membuat suami ragu untuk memulai usaha ini.

Tetapi karena hati ini sudah mantap untuk budidaya jamur tiram, saya yakinkan suami bahwa apapun bentuk usaha atau pekerjaan pasti ada resikonya. Tetapi jika punya niat dan kemauan pasti kita mampu mengatasinya.

Akhirnya dengan niat Bismillahirrohmannirrohim kami sepakat untuk budidaya jamur tiram. Beruntungnya ada tetangga yang sudah budidaya jamur terlebih dahulu jadi bisa tukar pendapat tentang jamur.

Pada awal budidaya jamur tiram saya memilih menjadi petani binaan, di mana untuk baglog jamur saya masih membeli dari tetangga tersebut. Pertimbangan ini saya ambil untuk mempelajari karakteriktik  jamur tiram, bagaimana tumbuhnya, cara perawatannya. Karena selama ini belum pernah memelihara. Dengan begini saya bisa setiap saat bisa bertanya kepada penjual baglog, kenapa jamur saya kok begini dan begitu.

Setelah dua kali periode akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai membuat baglog sendiri. Dengan membuat baglog sendiri tentu saja akan mengurangi biaya pembelian baglog dan tentunya laba yang diperoleh juga akan bertambah. Itulah awal mula saya mulai budidaya jamur tiram, untuk cerita mengenai jamur tiram  disambung lain waktu. Untuk yang belum punya usaha segera memlih jenis usaha sebagai pegangan.








You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images