Rabu, 08 Juni 2016

Memaknai Arti Kehilangan

Kehilangan berasal dari kata hilang, yang berarti sesuatu yang dahulu menjadi milik kita. Entah karena sebab yang  tidak diketahui, menjadi bukan milik kita lagi.


Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan, dari yang tidak berharga sampai tidak ternilai harganya. Apa yang dirasakan saat kehilangan. Tentu saja sedih, kecewa bahkan menyesal, kenapa bisa sampai mengalami kehilangan.


Ketika yang hilang tersebut benda, baik yang berharga maupun yang tidak berharga, pastinya orang tersebut sedih dan menyesal kenapa tidak menjaga benda tersebut dengan hati-hati. Kehilangan benda meskipun itu tidak ternilai harganya memang menyedihkan. Tetapi seberharganya barang tersebut, apabila kita berniat memilikinya lagi, Insya Allah masih ada jalan. Asal kita mau berusaha untuk memilikinya.

Jika benda yang hilang bisa digantikan dengan benda lain, lalu bagaimana rasanya saat kita kehilangan hati. Yups...tentunya sebagian orang pernah kehilangan hati atau lebih kerennya belahan hati. Apakah belahan hati itu bisa digantikan dengan belahan hati yang lain. Untuk mengganti dengan belahan hati lain, tentunya juga tidak semudah saat kita menggantikan benda yang hilang. Ada beberapa tahapan yang perlu dilalui karena menyangkut perasaan dan hati kita tentunya.

Saat benda hilang bisa digantikan benda lain, hati bisa digantikan hati lain, lalu bagaimana kalau kita kehilangan jiwa orang-orang disekitar kita. Apakah jiwa mereka  bisa digantikan dengan jiwa yang lain. Tentunya tidak. Karena pemilik jiwa mereka, jiwa kita adalah Allah SWT. Saat menghadapi kenyataan orang-orang disekitar meninggalkan kita untuk selamanya, tentunya sedih  bahkan teramat sedih. Menyesal dan sangat menyesal belum bisa membahagiakan mereka, saat mereka masih hidup.

Maka selagi kita masih diberi kesempatan bersama orang-orang terdekat kita, bahagiakan mereka selagi kita mampu. Buat mereka tersenyum gembira, agar saat mereka tidak bersama kita lagi meninggalkan kenangan yang indah. Agar tidak ada lagi penyesalan, karena kita pernah melalaikan mereka.

Tulisan ini untuk mengenang  1000 hari almarhum bapak. Semoga amal beliau bisa diterima oleh Allah SWT. Dan semoga saya bisa menjadi isteri sholehah serta mempunyai anak-anak yang sholeh, sehingga bisa menghantar almarhum bapak ke surga-Nya. Amin ya robbal alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.