Tahap-tahap dalam Pernikahan

11.09.00

Sepulang dari libur saat berjalan menuju sebuah super market, di depan berjalan sepasang kakek nenek bergandengan tangan. Jalan mereka tertatih-tatih, umur mereka mungkin sekitar 85 tahun lebih. Dari cara mereka berjalan terlihat saling menguatkan satu sama lain.

Melihat ini tentu saja saya salut terhadap mereka dan berharap kelak juga bisa seperti mereka. Menikah sekali seumur hidup sampai menghabiskan masa tua bersama pasangan. Tetapi untuk seperti mereka, masih panjang perjalanan yang saya harus tempuh, karena anak saya yang pertama baru kelas 2 SMP.


Pernikahan memang tidak seindah yang dibayangkan. Pastinya dalam setiap pernikahan ada saja riak-riak di dalamnya, entah itu kecil maupun besar. Ibarat kapal yang berlayar di lautan, tidak mungkin selalu tenang dalam melaju. Pastinya angin akan menyertainya, entah itu semilir bahkan mungkin angin topan yang datang. Tidak akan menjadi masalah bila kedua nahkoda kapal bisa saling bahu membahu menjalankan kapal sampai dermaga. Tetapi bagi yang tidak mau bekerja sama, bisa saja kapal oleng bahkan pecah di tengah lautan.

Menurut pengalaman saya dan membaca dari beberapa artikel, pernikahan itu akan melewati beberapa tahapan untuk sampai pada dermaga yang di harapkan pasangan. Adapun tahapan dalam pernikahan adalah sebagai berikut :
1. Usia pernikahan 1-5 tahun.
Seperti halnya bayi yang baru lahir, pada masa ini pasangan masih dalam taraf penyesuaian dan saling             mengenal satu sama lain. Sifat asli pasangan mulai nampak pada masa ini dan keegoisan masih mewarnai       dalam tahap ini. Tetapi dengan saling adanya pengertian dan teringat niat semula dalam pernikahan, maka        masalah apapun Insya Allah dapat teratasi.

2. Usia pernikahan 5-10 tahun
  Pada tahap ini pasangan sudah saling mengetahui  sifat dan karakter pasangan masing-masing. Sehingga jika   terjadi perbedaan pendapat, masing-masing pasangan bisa menyelesaikan dengan lebih bijak.

3. Usia pernikahan 10-25 tahun
  Pada tahap ini pasangan biasanya sudah fokus pada masalah anak dan kebutruhannya. Karena biasanya       pada masa ini, anak-anak sudah menginjak remaja dan tentu saja dibutuhka dana yang cukup banyak. Dan   saat ini saya juga berada dalam tahap ini.

4. Usia pernikahan diatas 25 tahun
  Pada tahap ini pasangan sudah mulai bisa bernafas lega karena biasanyanya anak-anak sudah bisa mandiri     dan tidak tergantung penuh dengan mereka lagi. Pada masa ini kebanyakkan dari pasangan lebih menikmati   saat-saat berdua kembali sama seperti pada waktu awal-awal menikah dulu.

Semoga saya dan pasangan-pasangan lain bisa sampai ke dermaga pernikahan yang diiinginkan. Mampu menghantarkan anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehan dan berguna bagi agama, negara dan orang tua tentunya. Amin ya robbal alamin


You Might Also Like

10 komentar

  1. hemm, begitu ya mbak. info nya.
    makasih uda menjadi catatan saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut pengalaman pribadi saja mas...makasih sudah mampir..

      Hapus
  2. Menjalani hidup rumah tangga pasti banyak cobaan di dalamnya, saya sering membaca beberapa buku tentang kehidupan rumah tangga. Bisa hidup bersama pasangan sampai masa-masa tua itu harapan banyak orang termasuk saya. Terima kasih, mbak sharenya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekedar berbagi pengalaman saja..makasih dik Lisa sudah mampir.

      Hapus
  3. Saya sudah 10 tahun menikah punya anak 2, saat ini memang sidah mengetahui sifat satu sama lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah hampir 15 tahun, semakin menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing...makasih sudah mampir mbak Ida..

      Hapus
  4. Bisa menjadi bekal saat nanti saya menikah, untuk menguatkan kematangan berpikir dan kedewasaan dalam bertindak ataupun bertutur kata. Biar tidak muda emosi dan mengeluarkan kalimat kotor. Pernikahan, selalu ada riak. Ya masih untung ada riak, jika gelombang , tidak bisa terbayangkan jika pasangan tidak saling pengertian.

    BalasHapus
  5. Yang penting saling pengertian dan selalu ingat tujuan awal menikah...Makasih sudah mampir Mas Djangkaru...selamat berlibur.

    BalasHapus
  6. Wah jadi dapat pencerahan nih disini, terutama bagi saya yang belum menikah,,
    :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mumpung sudah cerah...cepetan lamar calonnya...:)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images