Sukses itu Berproses

12.33.00


Setelah lebih dari empat tahun vakum menulis karena kesibukkan merintis usaha jamur tiram, akhirnya rasa kangen untuk menulis itu datang lagi. Apalagi melihat teman-teman yang dulu awal mulai belajar menulisnya bersamaan dengan saya sekarang telah menerbitkan buku solo, tidak hanya satu malah beberapa. Juga ada beberapa teman yang dari blognya sudah menghasilkan rupiah. Tentu saya iri melihat mereka dan ingin seperti mereka. Tetapi empat tahun lebih itu memang bukan waktu yang singkat untuk berkarya, jadi sangat wajar jika mereka sekarang ini memetik hasil dari kerja keras sebelumnya.

Sebagai awal saat kembali ingin menulis adalah ingin lebih mengaktifkan blog yang sudah lama terbengkalai. Dengan bertanya pada teman-teman yang sudah lebih dahulu menekuni dunia blog. Sekedar tahu saja ada yang memberitahukan untuk optimasi blog dibutuhkan sekian jetong. Angkanya termasuk tinggi bagi saya, setara  dua minggu gaji.


Bagi saya bukan masalah berapa uang yang dibutuhkan untuk optimasi blog. Tetapi bisakah saya benar- benar fokus ke blog setelah mengeluarkan uang begitu besar. Karena saya tahu kondisi dan kemampuan saya saat ini. Dan saya  lebih memilih belajar dari awal.

Bagi saya menulis  ataupun pekerjaan lain itu untuk sukses memerlukan proses. Sama seperti kehidupan, ada awal yang untuk sampai akhir diperlukan jalan yang panjang. Jalan yang dilewatipun tidak mesti lurus kadang berbelok kadang juga menikung. Menikmati setiap ruas jalan itulah yang akan membuat kita mencapai sukses. Karena saat berada di jalan kita akan berusaha  supaya sampai tujuan meski terkadang banyak sekali halangan yang kita hadapi.

Kesuksesan dalam berbagai bidang bisa saja diraih dengan instan entah itu menggunakan uang dengan membeli, berasal dari keturunan yang istilahnya numpang warisan orang tua, ataupun  bisa didapat dengan jalan yang menyimpang dari aturan agama. Kesuksesan seperti ini biasanya sangat cepat terlihat namun juga cepat redup. Ibarat makanan seperti makanan yang instan yang cepat kenyang tapi juga cepat lapar.

Berbeda dengan kesuksesan yang diraih dengan berjuang sejak awal. Akan banyak suka dan duka saat ingin mencapai kesuksesan itu. Dan yang pasti akan banyak cerita yang mengharu biru selama berjuang. Pada saat berada posisi diataspun ia tahu bagaimana harus bersikap. Sebaliknya  saat berada dibawahpun ia tidak kaget karena pernah merasakan posisi itu sebelumnya. Dan saat seseorang bertanya bagaimana bisa meraih kesuksesan itu, ia bisa menjelaskan prosesnya dari awal. Namun,  semua kembali kepada pribadi masing-masing jalan mana yang ingin ditempuh untuk meraih kesuksesan. Yang pasti tetap optimis untuk terus menjadi yang lebih baik.









You Might Also Like

6 komentar

  1. pengusaha plus blogger, keren mbak. malah bisa dua-duanya mbak.
    selamat datang lagi didunia blog mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih merintis Mas Herlambang...minta kritik dan sarannya ya...:)

      Hapus
    2. Sama sama mbak elin, saling memberi saran n kritik yg membangun :)

      Hapus
    3. Setuju...sesama blogger harus saling mendukung ya ...:)

      Hapus
  2. Keren nih, Teh, semoga bisa membagi waktu antara ngeblog dan rutinitas kesibukan sebagia ibu ya.. Semoga segalanya dimudahkan, doa serta cita-cita terkabul satu persatu..aamiin..

    Setuju, semuanya butuh proses, makan dari itu kalau sudah sukses perjuangan proses itu berarti banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...terima kasih doanya.
      Proses itulah yang kelak akan menetukan siapa kita...:)
      Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images