Ajine Diri Saka Lathi, Ajine Raga Saka Busana

15.04.00

Foto : Pinterest

Pepatah orang tua dahulu itu sebenarnya baik untuk kita. Namun terkadang kita malu untuk mengakuinya dan menganggap kuno pepatah jaman dulu. Seperti pepatah jawa Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga saka Busano. Orang jawa pasti pernah mendengar ini, meski kadang tidak tahu arti dari pepatah ini. Sebagai orang jawa malu rasanya jika tidak tahu arti dari bahasa Jawa. Jangan sampai kita dibilang orang jawa yang tidak njawani(orang jawa yang sudah hilang sifat kejawaannya).


Pepatah Jawa Ajining Diri Saka Lathi berarti bahwa harga diri seseorang itu berdasarkan dari cara bertutur kata, Lathi(Lidah dalam Bahasa Indonesia). Orang yang suka berkata kasar dan memaki-maki, maka orang lain juga akan menganggap kita pribadi yang kasar atau preman lah, orang yang tidak tahu sopan-santun serta pandangan negatif lain. Berbeda dengan orang yang berkata dengan santun, lembut dan sedikit bicara, maka orang lain cenderung lebih menghormati orang tersebut. Peribahasa Lidah lebih tajam dari mata pedang mungkin sesuai dengan pepatah jawa ini. Jika luka karena pedang bisa diobati tetapi luka karena perkataan(lidah) sangat susah untuk diobati. Maka berhati-hatilah dalam bertutur kata.

Ajining Raga Saka Busana berarti bahwa seseorang itu dihargai atau dinilai dari cara berbusananya. Misalnya seseorang yang pergi kekantor dengan pakaian lusuh, pasti orang yang melihat akan berpikir kalau orang tersebut malas, tidak rapi. Atau mungkin seorang wanita yang memakai pakaian tidak menutup auratnya, maka orang yang melihat akan mengira kalau wanita itu tidak tahu adab berpakaian, bahkan ada mungkin yang melecehkannya. Berbeda kalau kita berpakaian rapi sesuai tempat dan suasana, maka orang lain akan menghormati kita sebagai pribadi yang santun.

Memang tidak semua penampilan luar itu mencerminkan hati seseorang, bahkan ada pula yang sebaliknya. Tetapi bukankah lebih baik kalau kita berprilaku baik di luar maupun di dalam. Maksudnya indah penampilan luarnya juga baik hati sifatnya. Ini tentu bentuk pribadi yang bisa diterima diberbagai kalangan masyarakat.


You Might Also Like

2 komentar

  1. Nasihat yang masih berlaku hingga saat ini, Mbak. Untuk penampilan fisik, mungkin tidaklah sulit. Tetapi menahan lisan itu jauh lebih besar tantangannya. Dan untuk era sosmed saat ini, lisan yang tertuang dalam.bentuk tulisan juga harus dijaga. Dan itu juga berat

    Salam kenal Mbak Elind

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang era sosmed ini kita harus lebih berhati-hati, ucapan hanya pada orang bercakap dengan kita saja yang tahu. Tapi tulisan, seluruh orang yang membaca akan tahu. Dan itu tidak akan hilang kalau kita tidak menghapusnya. Salam kenal kembali Mbak Dila August...:)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images