Menikmati Suasana Romantis Telaga Ngebel

23.10.00

Foto : Pinterst

Telaga Ngebel terletak di lereng sebelah barat gunung Wilis masuk wilayah Kabupaten Ponorogo. Dengan luas +734 M dan suhu rata-rata di sana berkisar 20-26०Celcius membuat suasana di sekitar Telaga Ngebel sejuk. Sehingga tempat ini sangat cocok sebagai tempat  refresing bagi keluarga.


Untuk mengunjungi tempat ini ada dua jalur yang bisa ditempuh yaitu jalur selatan dan jalur utara. Jalur selatan yaitu melewati kabupaten Ponorogo sebelah utara tepatnya lewat kecamatan Jenangan ke Timur. Sementara jalur utara melewati kabupaten Madiun bagian selatan, tepatnya kecamatan Dolopo arah ke timur.

Telaga Ngebel sejak dulu sudah ramai oleh wisatawan lokal terutama saat hari minggu dan hari-hari besar lainnya. Semakin lama telaga ini semakin ramai oleh pengunjung. Hal ini ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana yang ada di sana, seperti tersedianya kapal untuk mengelilingi danau, arena pemancingan serta fasilitas lain yang menunjang kemajuan Telaga Ngebel.

Dengan semakin ramainya pengunjung Telaga Ngebel membawa berkah bagi masyarakat di sekitar telaga. Sehingga banyak dibuka warung-warung makanan di sekiling telaga. Hal ini tentu saja bisa  menambah pendapatan bagi warga sekitar.

Suasana malam di sekitar telaga Ngebel sangat menyenangkan. Melihat kemerlip lampu yang cahayanya tersamar oleh kabut yang turun dalam cuaca dingin tentu akan menghadirkan suasana yang romantis. Jika ingin menikmati suasana malam di Telaga Ngebel pun tidak perlu kawatir karena sudah tersedia banyak penginapan di tepian telaga. Tinggal memilih dan menyesuaikan dengan dana yang tersedia.
Foto : Suasana pagi di Telaga Ngebel (Pinterest)
Yang saya suka  saat mengunjungi Telaga Ngebel selain pemandangannya adalah jika musim buah tiba, harga buahnya lebih murah dan kita bisa memilihnya sendiri. Buah yang bisa kita dapatkan di sini adalah durian, nangka, mangga, rambutan, duku serta banyak buah lainnya. Buah tersebut bisa kita dapatkan murah karena memang di daerah sekitar Telaga adalah penghasil buah-buah tersebut.

Meski telah banyak berkembang, namun masyarakat lokal tetap menjunjung tinggi nilai adat dan istiadat. Hal ini bisa kita lihat setiap  malam tanggal 1 Muhamaram  (1 Suro penanggalan Jawa) selalu diadakan larung sesaji dan paginya diadakan kirab mengelilingi Telaga Ngebel oleh para Warok Ponorogo.


#D5
#onedayonepost
#ODOPbatch5














You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images