Secangkir Teh Cinta Pak Karyo

00.05.00


Malam itu suasana rumah Pak Karyo seperti kapal pecah. Banyak barang berserakkan di mana-mana. Kursi dan meja tidak beraturan tempatnya. Maklum, siang tadi Pak Karyo baru saja menggelar resepsi pernikahan anak bungsunya.

Perasaan bahagia membuncah dalam dada pasangan yang sudah setengah baya ini. Mereka merasa tugas sebagai orang tua untuk mengentaskan anak-anak sampai mandiri telah selesai. Memang semua anak Pak Karyo yang berjumlah 5 orang telah bekerja semua dan semua sudah menikah, yang bungsu baru saja siang tadi menikah.

Mungkin karena kecapekan dan kurang istirahat sejak sore tadi Bu Karyo mengeluh pusing dan mual-mual. Pak Karyo yang melihat keadaan isterinya seperti itu tentu saja kebingungan. Beliau berusaha meringankan sakit isterinya dengan memijit dengan minyak kayu putih. Lama-kelamaan Bu Karyo pun merasa lebih sehat. Untuk mempercepat sembuhnya Bu Karyo berniat membuat teh manis hangar. Saat dia beranjak berdiri.
"Mau kemana, Bu?"
"Mau bikin teh manis."
"Biar Bapak saja yang membuat. Ibu tidur saja di sini. Biar cepat sembuh." Ucap Pak Karyo sambil melangkah ke dapur.

Tak berapa lama datanglah Pak Karyo membawa secangkir teh untuk isterinya.
"Ini Bu, tehnya. Cepat diminum. Biar cepat sembuh masuk anginnya."
Bu Karyo menerima cangkir teh dari suaminya kemudian menyeruput perlahan.
"Bagaimana, Bu? Kok nggak diminum tehnya? Apa kurang manis?"
"Rasanya kok aneh Pak tehnya."
"Aneh bagaimana?" Sambil berkata Pak Karyo meminta kembali teh di tangan isterinya, kemudian meneguk teh tersebut.
"Buaaaah...," teriak Pak Karyo sambil menyemburkan teh yang diminumnya.
"Kenapa, Pak?" Ucap Bu Karyo sambil tersenyum.
"Asin." Jawab Pak Karyo.

Selama mereka berumah tangga memang tugas Pak Karyo adalah bekerja dari pagi sampai malam. Sementara tugas isterinya adalah mengurus rumah dan anak-anak. Kalau pun sedang tidak masak dirumah Pak Karyo lebih memilih beli makan di luar dari pada memasak. Jadi maklum kalau dia tidak tahu letak garam dan gula di mana. Karena bentuk garam dan gulanya memang mirip. 



#iniceritakomediku
#tantanganodop
#onedayonepost
#odopbatch5


You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images