Cerbung : Pulang (Bab 9)

00.40.00


Kondisi kesehatan Bapak terus mengalami peningkatan. Dan, akhirnya setelah sepuluh hari dirawat di rumah sakit, dokter memperbolehkan Bapak pulang. Tentu saja ini merupakan kabar gembira buat kami sekeluarga.

Dan, yang paling bahagia mungkin aku saat aku saat itu. Dengan dibawanya bapak pulang berarti besok aku bisa datang ke acara reuni sma. Tapi, bagaimana kalau Guntur benar-benar menjemput aku.

***
Belum banyak yang datang ke Cafe Asri, tempat di mana reuni di adakan. Sengaja aku datang lebih awal bersama Diana demi menghindari jemputan Dari Guntur. Dan, lelaki itu memang belum tampak di sini. "Mudah-mudah saja dia tidak datang." Pikirku sambil menyalami teman-teman yang sudah datang.
"Tika, bagaimana kabar kelapa sawitnya. Apa kamu tidak ada pemuda sana yang menarik hatimu. Hingga kamu pulang tetap menjomblo saja," ucap Dono, yang memang suka bercanda semenjak dulu.

"Penginnya sih gitu. Tapi aku takutnya kalian pada iri kalau aku pulang bawa salah satu putra daerah sana."

Si Dono yang memang berbakat menjadi pelawak semenjak dulu tidak berhenti bertingkah hingga suasana semakin rame saja. Hingga tanpa aku sadari ada seseorang yang selama ini aku hindari. 
"Tik, apa kabar?" Guntur tiba-tiba mengulurkan tangan untuk bersalaman.

"Cie-cie....suit-suit..." Suara teman-teman yang tahu aku salting habis saat itu.

Aku coba mengatur detak jantung ini supaya bisa berdetak normal. Mengambil sikap sebiasa mungkin meski sebenarnya tetap tidak bisa.

"Baik. Kamu sendiri gimana kabarnya? Oh, ya. Mana Sandra kok tidak diajak."
Aku bertanya pura-pura tidak tahu cerita tentang dia.

"Hei, Tik. Guntur ini masih jomblo. Sandranya menikah dengan orang lain."

"Kalian balikan saja deh." Ucap teman yang lain.

Suasana semakin rame sementara posisiku semakin tersudut. 

"Tik, nanti aku antar ya!" Bisik Guntur saat acara makan bersama. Aku hanya menjawab dengan mengangkat bahu tanda belum tahu nanti.

***
Berhubung Diana ada perlu, maka dia harus cabut duluan dari acara reuni tersebut. Dan, aku tidak punya alasan lagi untuk menolak tawaran Guntur untuk mengantarku pulang.

Sore menjelang saat motor Guntur memasuki halaman rumah. Harum bunga-bunga seolah menyambut kedatangan kami. Dulu kami sering menghabiskan senja di teras rumahku sambil mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kebetulan ayah Guntur adalah teman kerja Bapakku. Jadi, hubungan kami seolah sudah mendapat restu dari orang tua masing-masing.

Hingga datang Sandra, siswi pindahan dari kota yang menyukai Guntur. Lelaki mana tidak tergoda jika serial hari dimintai tolong untuk mengantar ke mana-mana. Dan, akhirnya Guntur pun terjerat oleh pesona Sandra.
"Tik, maafkan aku ya!"
"Tur, sudah berapa kali hari ini kamu mengucapkan kata itu. Maaf...maaf untuk apa?"
"Karena aku meninggalkanmu demi Sandra waktu itu."
"Haha...itu sudah lama berlalu. Aku tidak apa-apa kok."
"Benar. Kamu memaafkan aku?"
 Aku mengangguk mantap.

"Jadi kamu mau menerima aku lagi?"
"Maksudnya?"
"Aku akan melamarmu kalau begitu."

" Maaf. Memaafkan kamu, bukan berarti aku mau balikan sama kamu. Maaf. Aku sudah mempunyai calon di Kalimantan sana."

Guntur menunduk dalam. Dan akhirnya setelah berbasa-basi dia pamit.



#tantangancerbung
#tantanganodop
#onedayonepost
#odopbatch5

You Might Also Like

2 komentar

  1. Sdh tamat, mbak? Mohon ijin share di WA ya...tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan. Tapi maaf masih banyak kesalahan di sana-sini...)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images