Stop Plagiat : Terkenal karena Plagiat itu Semu

15.54.00

foto : pixabay

Tentunya kita masih ingat tentang Afi Nihaya Faradisa yang lebih dikenal dengan sebutan Afi, yang viral tahun  lalu. Status facebook pelajar SMA di Banyuwangi ini banyak menuai pujian dan  mengispirasi banyak orang serta berkat statusnya tersebut, Afi menjadi terkenal. Wajah pelajar ini sempat menghiasi berbagai media cetak dan elektronik, bahkan dia juga sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo karena status facebooknya tersebut. Tetapi, ternyata status yang diunggah di akun facebook tersebut merupakan hasil plagiat dari tulisan orang lain.


Plagiat  adalah penjiplakan atau pengambilan  karangan, pendapat dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah sebagai karangan atau pendapat sendiri (Sumber : Wikipedia). Kegiatan ini bisa dianggap kegiatan pidana karena termasuk pencurian terhadap hak cipta orang lain.

Kembali ke kasus Afi, tidak untuk membenarkan tindakan yang dilakukan remaja ini. Tetapi sekedar mengganggap bahwa Afi mungkin belum mengetahui kalau tindakan yang dilakukanya itu tidak benar dan merupakan tindak pidana. Karena dengan umur yang masih muda keinginan untuk dikenal banyak orang itu merupakan hal yang sangat diimpikan, meskipun cara yang ditempuhnya salah.

Baru saja reda kasus plagiat yang dilakukan Afi, minggu lalu ada kasus plagiat lagi. Dan, yang paling menyedihkan, plagiat itu dilakukan oleh seorang penulis yang sudah punya "Nama" di dunia kepenulisan yaitu Devi Eka. Cerpen "Balada Seorang Gemblak" yang terbit di Radar Surabaya telah membuka kedok plagiat yang dilakukan penulis ini. Ternyata tidak hanya satu cerpen hasil plagiatnya tetapi setelah dilakukan penulusuran ada 16 cerpen lain yang merupakan hasil plagiatnya.

Nama Devi Eka memang cukup dikenal di dunia kepenulisan, dengan karya-karyanya yang sering dimuat di berbagai media massa. Namun, ternyata cerpen-cerpen tersebut merupakan hasil plagiat dari karya orang lain. Bahkan penulis ini pernah dinobatkan sebagai nominator di sebuah even, tetapi ternyata cerpen nominatornya itu juga merupakan hasil plagiat.

Plagiat yang dilakukan Devi Eka ini cukup brutal kalau saya menilainya, malah kalau boleh dibilang copy paste dari karya aslinya. Bagaimana tidak, sang penulis mengambil cerpen dari website yang kurang terkenal kemudian merubah judul cerpen dan menganti pengarang dengan nama dia. Setelah itu karya dikirim ke media terus dimuat, dan Devi Eka menerima honor karya hasil plagiat. Sementara penulis asli tetap menulis, jangankan uang, dikenal media saja tidak.

Sungguh miris memang melihat  maraknya plagiat seperti ini. Di mana pemilik karya asli malah tidak dikenal, tetapi si plagiat malah terkenal dan mendapatkan hasil dari karya orang lain.

Siapa yang tidak ingin karyanya dikenal banyak orang dan mendapatkan rupiah dari karya tersebut. Pasti semua orang juga menginginkannya. Dan, supaya karya kita banyak dibaca orang itupun juga perlu banyak waktu dan tenaga. Tidak cukup dengan hanya mengambil karya orang lain kemudian menganti judul dan nama pengarang setelah itu  mempublikasikannya menjadi karya kita. Kalau ini cara instan tapi justru menjerumuskan kita. Bagaimana tidak, mungkin kita bisa terkenal dalam waktu singkat, tetapi setelah karya kita diketahui sebagai hasil plagiat, orang yang sebelumnya kagum dengan kita, akan berubah menghujat kita karena kita ternyata tidak sportif dalam berkarya.

Sebelum kita memutuskan memplagiat karya orang lain, terlebih dahulu pikiran perasaan kita kalau seandainya karya kita diplagiat orang lain. Bagaimana perasaanmu? Sakit bukan? Sudah capek nulis, cari ide dan mengedit, eh orang lain dengan mudahnya mencomot karya kita kemudian  mengklaim karya tersebut menjadi karya dia.

Maka dari itu dengan alasan apapun "STOP PLAGIAT". Berusahalah menulis setiap hari dan memperbaiki kualitas tulisan kita dan terkenal itu hanya soal waktu.



You Might Also Like

11 komentar

  1. Plagiat salah satu hal buruk yang akan merugikan orang yang melakukannya. Orang-orang sukses seperti Jack Ma sangat anti plagiat atau copy paste. Toh pada akhirnya waktu akan membuktikan dan membuat malu pelakunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara instan terkenal, setelah itu tenggelam dan dilupakan setelah mendapat gelar plagiator ..:)

      Hapus
  2. plagiat itu membunuh pemilik aslinya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya...yang plagiat dapat uang dan nama, sementara pemilik asli tidak mendapatkan apa-apa...:(

      Hapus
    2. bener mbak, kalaupun mau plagiat harus di sertain sumbernya. atau sepengetahuan pemilik aslinya :)

      Hapus
    3. Kalau sepengetahuan pemilik asli, namanya bukan plagiat lagi...:)

      Hapus
  3. Saya baru tau kasus ini karena hape saya off. Waduh, menyakitkan bagi seorang penulis saat tau karyanya diplagiat. Untuk membuat sebuah karya kan nggak mudah, hasil berpikir dan merangkai kata

    BalasHapus
  4. Saya baru tau kasus ini karena hape saya off. Waduh, menyakitkan bagi seorang penulis saat tau karyanya diplagiat. Untuk membuat sebuah karya kan nggak mudah, hasil berpikir dan merangkai kata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Kabar terbaru sudah 26 cerpen yang diplagiat. Kadang sudah capek nulis masih juga kurang memuaskan hasilnya...:)

      Hapus
  5. Nekad beneeer..sayang pilih jalan pintas :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya padahal kalau mau bersabar pasti ada hasilnya, sekarang semua orang sudah tahu kedoknya, jadi sulit untuk membuat orang lain percaya...:(

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images