Rejeki Datang dari Arah yang Tidak Disangka-sangka

23.14.00




Pernah melihat orang-orang di sekitar kita yang punya rumah, mobil, bisa jalan-jalan kemana saja. Kemudian berfikir, mereka punya rejeki yang besar, kenapa rejeki saya hanya begini-begini saja. Kapan saya mempunyai rejeki yang besar seperti mereka?


Rejeki setiap orang itu memang berbeda antara satu dengan yang lain. Ada yang begitu mudah mendapatkan limpahan rejeki tanpa perlu bekerja keras. Ada pula yang kerja keras, namun hasilnya hanya cukup untuk makan saja.

Tak perlu iri dengan rejeki orang lain, apalagi takut tidak kebagian rejeki. Karena rejeki itu milik Allah. Dan, Allah telah menjamin rejeki setiap mahkluk. Karena rejeki itu milik Allah, maka kapan dan dimana akan diberikan pada kita. Hanya Allah saja yang tahu.

Meski rejeki kita sudah ditetapkan, bukan berarti kita hanya duduk menunggu datangnya rejeki tersebut. Kita hendaknya berusaha menjemput rejeki tersebut. Karena rejeki itu datang nya dari  arah yang tidak kita sangka.

Lihat saja untuk seekor semut kecil pun Allah sudah mempersiapkan rejeki tersendiri. Dengan tubuh yang kecil dan jalan merayap,  si semut berjalan dari sarangnya demi mencari makanan. Padahal resiko yang dihadapinya sangat besar. Namun, si semut tetap keluar supaya bisa bertahan hidup.

Kita manusia yang dikaruniai akal dan kecerdasan masa kalah sama semut yang kecil. Dari pada hanya melihat mereka yang mempunyai rejeki berlimpah. Lebih baik kalau kita berusaha menjemput rejeki itu.

Dalam Al-Qur'an pun terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang  rejeki  yang disediakan Allah, diantara berikut ini :
"Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal  kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan  (keperluan)Nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)

Untuk menjemput rejeki, disamping bekerja, hendaknya juga melakukan amalan-amalan berikut ini :

1. Sedekah
Allah telah menjanjikan pahala berlipat bagi orang yang bersedekah. Perumpaannya seperti sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir benih, pada tiap-tiap bulir terdapat 100 biji.

2. Bersyukur
Seberapa pun hasil yang kita dapat syukurilah. Dan, berhentilah mengeluh tentang segala hal. Bagi orang yang suka bersyukur, Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya.

3. Membaca Surat al-Waqiah
Surat ini dikenal sebagai surat pembawa rejeki. Surat ke-56 ini berisi iman dan tauhid, bukti kekuasaan Allah, serta adanya hari kebangkitann

4. Memperbanyak membaca istigfar
Istigfar adalah permohonan ampun at as dosa-dosa yang kita lakukan. Dosa-dosa tersebut bisa saja menjadi sebab tertutupnya pintu rejeki kita. Dengan beristighfar mudah-mudah pintu rejeki kita terbuka.

Saya sendiri sering mengalami, yaitu mendapat rejeki yang datangnya tidak terduga. Ini baru saja saya alami beberapa hari lalu. Kebetulan saya sudah bekerja setahun lebih di tempat kerja sekarang. Menurut teman sebelumnya, biasanya gaji akan ditambahi setiap tahun. Meskipun ketetapan gaji berubah sesuai kontrak kerja yaitu dua tahun kerja. Genap setahun, saat menerima gaji tidak ada perubahan di angkanya (gaji dalam bentuk cek). Berarti tidak naik alias tetap. Bulan berikutnya tetap sama.

Setelah itu saya berfikir, tidak apa-apa tidak naik mungkin memang belum rejeki saya untuk mendapat kenaikan gaji. Toh nanti ketika kontrak kerja berakhir,gaji saya juga ikut naik menyesuaikan peraturan pemerintah. Saya pun melupakan tentang kenaikan gaji tersebut.

Namun, Alhamdulillah saya ucapkan berkali-kali, ternyata kenaikan gaji itu tidak harus menunggu sampai tanda tangan kontrak baru. Awal bulan ini, tanpa saya sangka-sangka angka di slip gaji berubah, yang artinya bertambah.

Bagi saya rejeki itu tidak hanya berupa uang. Bisa berbentuk benda, makanan,  kesehatan, bahkan juga pertemanan. Karena kita tidak pernah tahu dari mana datangnya rejeki itu.


#kelasnonfiksi
#onedayonepost
#odop batch5


You Might Also Like

4 komentar

  1. Setujuuu lah sama mbak Elin. Terima kasih tips amalannya

    BalasHapus
  2. Masyaa Allah... semoga selalu diberkahi mbak

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images