Pemilih Cerdas dalam Pilpes 2019

17.00.00

Foto : Wartakota-Tribunnews.com

Pemilih Cerdas dalam Pilpres 2019 - Timeline sosial media beberapa hari ini ramai setelah dua calon Presiden resmi mengumumkan pasangannya  yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno. Berbagai pihak mempunyai komentar masing-masing, ada yang pro namun juga tidak sedikit yang kontra dengan salah satu pasangan calon Presiden RI tersebut. Sebagai warga negara yang baik, kita hendaknya mampu berfikir cerdas dalam Pilpres 2019.

Kilas balik pemilihan presiden tahun2014 lalu, di mana kedua calon presiden saat ini juga bertarung dalam pilpres tahun 2014. Dan, tahun depan mereka berdua kembali menjadi lawan dalam ajang perebutan kursi kepresidenan dengan calon wakil presiden yang berbeda dengan periode sebelumnya.

Sebagaimana kita ketahui Presiden Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya, jika tahun depan kembali terpilih menjadi presiden. Profil Jokowi tentu sudah kita ketahui lewat kepemimpinannya selama 4 tahun ini. Lalu siapa Ma'ruf Amin? Beliau adalah ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI) dan pengurus besar Nahdatul Ulama. Sementara Prabowo Subianto memilih Sandiaga Salahuddin Uno wakil gubernur DKI Jakarta saat ini. 

Sindiran maupun sanjungan mulai menghampiri kedua pasangan calon presiden ini. Tentu saja bentuknya pun berbeda-beda, mulai yang halus sampai kasar. Masyarakat yang pro dengan calon presidennya tentu saja akan menyanjung dan mengunggul-unggulkan calonnnya. Sementara yang kontra tentu akan menjatuhkan dan membulliy calon presiden yang bukan idolanya.

Menurut saya pribadi, sebenarnya sah-sah saja, siapapun bebas menentukan pilihannya. Tetapi, sebagai warga yang baik, kita hendaknya bisa menjaga komentar yang bisa menyinggung pihak lain.

Terus terang saya merasa risi dengan banyaknya sindiran terhadap Ma'ruf Amin, calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi dalam pilpres tahun depan. Sindiran secara halus maupun kasar terkait dengan usia beliau yang memang sudah sepuh ini. Tetapi, pemilihan Ma'ruf Amin untuk maju sebagai wakil presiden itu tentunya bukan tanpa alasan. Hal ini tentu telah melalui pertimbangan yang sangat matang dari partai-partai pengusungnya. Jabatan sebagai ketua MUI dan pengurus besar NU ini tentu saja merupakan salah satu kabar gembira bagi umat islam. Karena hadirnya seorang ulama dalam kepemimpinan diharapkan bisa mengurangi isu sara yang saat ini cukup mengkawatirkan.

Sementara untuk kubu Prabowo- Sandiaga Suluhuddin Uno menurut saya tidak terlalu mendapat sidiran.Profil Sandiaga sebagai wakil gubernur DKI dengan segala prestasi yang diperoleh sebelumnya mendongkrak popularitas pasangan ini. Sehingga banyak yang mengunggul-unggulkan pasangan ini akan membawa perubahan  Indonesia ke depan. Sindirannya hanya tentang status Prabowo yang tidak mempunyai pasangan.

Tulisan saya kali ini tidak untuk membela salah satu calon Presiden. Namun, sekedar berpendapat bawasannya hal ini adalah soal politik, yang tentu saja sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Kita mempunyai calon pilihan yang menurut kita pantas memimpin negara kita. Tetapi perlu diingat ada orang lain yang mempunyai calon yang menurutnya juga baik. Jaga selalu komentar maupun ucapan kita saat berpendapat agar orang yang mempunyai beda pendapat tidak tersinggung. Apalagi sampai bertengkar untuk masalah ini.

Menghangatnya suasana politik saat ini sangat mudah memancing emosi orang yang fanatik. Maka, langkah terbaik adalah dukung capres kita melalui doa dan perbuatan baik. Siapapun pemimpinnya, kita tetap seorang warga negara yang perlu bekerja untuk makan. Saya mempunyai pilihan tetapi siapa pilihan saya, biarlah hanya saya, kertas pilihan dan Allah yang tahu siapa yang akan saya pilih.
Mari menjadi pemilih yang cerdas dalam pilpres 2019 nanti. 

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images