Riba Menghinakan Pelakunya

10.27.00

Foto : Instagram @tausiyahcinta

Riba Menghinakan Pelakunya-  Saat mendengar tentang eksekusi rumah seorang kerabat, tanpa terasa air mata ini jatuh berlinang. Asset senilai 700 juta lebih harus ter-eksekusi kurang dari 200 juta. Karena saya tahu bagaimana perjuangan mereka untuk memiliki asset tersebut. Cara exsecusi-nya pun sangat dramastis, hingga tak kuasa untuk menceritakannya. Ini merupakan satu bukti kenapa riba dilarang karena akan menghinakan pelakunya.

Bahkan ada seorang teman yang meninggal dengan kondisi masih mempunyai tanggungan hutang riba. Nauzubillahimindalik. Semoga kita tidak termasuk didalamnya.


Saat ini pesona riba memang sangat menggoda hadir di depan mata. Mulai dari mudahnya untuk memiliki barang-barang rumah tangga, motor, mobil hingga rumah yang bisa diangsur menyesuaikan keinginan konsumen. Belum lagi tawaran pinjaman dari perbankan yang begitu mudah memberikan pinjaman dengan jaminan BPKB, sertifikat, bahkan akta kerja . Bahkan beberapa bank menawarkan pinjaman tanpa perlu menggunakan jaminan.

Kemudahan-kemudahan di atas terkadang membuat banyak orang terlena. Sehingga banyak yang menggunakan kesempatan tersebut untuk memiliki barang yang diinginkan, tanpa melihat apakah selanjutnya dia bisa mengangsur atau tidak.

Saya pun pernah mengalami sekali mempunyai hutang riba. Awalnya memang tergiur dengan rekan kerja yang terlihat lancar usahanya dengan uang pinjaman bank. Jadilah saya pun tertarik untuk meminjam untuk menambah modal usaha. Ternyata bukannya fokus dalam pengembangan usaha, yang ada fikiran fokus bagaimana supaya bisa membayar angsuran tersebut. Usaha bukannya maju malah jalan di tempat. Setelah lunas, saya memilih mencari tambahan modal dengan cara lain yang lebih nyaman.

Dari korban riba diatas sebenarnya bisa kita ambil pelajaran bagi saya pribadi maupun rekan-rekan lainnya. Bawasannya hutang itu tetap hutang yang harus dibayar. Meski sudah sampai liang lahat, hutang tetap perlu prtanggungan jawab.

Berikut ini tanda-tanda orang yang mempunyai hutang riba :
1. Tidak tenang fikirannya
Fikirannya hanya tertuju pada bagaimana cara melunasi hutang tersebut. Sehingga tidak sempat memikirkan masalah lainnya.

2. Mudah emosi
Karena fikiran tertuju pada hutang riba membuat fikiran tegang yang pada akhirnya mudah emosi menghadapi masalah yang sedeharna saja.

3. Dihinakan saat di dunia
Dengan pengambilan barang jaminan oleh pemberi hutang memperlihatkan betapa hinanya pengguna riba di mata orang lain.

Saat di dunia saja pelaku riba sudah menerima balasan, apalagi nanti saat di akherat, balasannya tentu jauh lebih pedih. Banyak ayat Al-Qur'an  yang menjelaskan tentang bahaya riba saat masih di dunia maupun setelah pelaku meninggal.

Sebagai manusia yang mempunyai sifat alamiah yaitu ingin. Memang riba sangat mempesona. Tetapi, saat kita sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanya sesaat yang penuh dengan drama. Maka, kita akan berpikir berulang kali untuk menjadi pelaku riba. Semoga kita semua bisa terhindar dari pengaruh riba. Amin.








You Might Also Like

2 komentar

  1. Masyaallah semoga kita dijauhkan dari hutang piutang dan riba. Hidup sederhana dan cukup tidak berlebihan lalu dilengkapi dengan rasa syukur dari apa yang Allah berikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Dunia memang begitu melenakan siapa saja yang lupa tujuan sebenarnya hidup ini.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images