Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam

10.34.00



Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam - Tahun baru Islam memiliki arti penting bagi umat Islam. Tahun ini sebagai pertanda hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Sehingga nama tahunnya di sebut tahun Hijriah dari kata hijrah. Bulan pertama tahun Islam adalah Muharam.

Tahun Hijriah perhitungannya sama dengan Tahun Jawa. Hanya berbeda dalam nama-nama bulan. Bulan baru dalam tahun Jawa adalah Suro. Sehingga saat akan pergantian tahun baru Islam, masyarakat Jawa lebih mengenal kata Suroan dari kata suro.


Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi sendiri dalam menyambut tahun baru Islam. Berikut ini beberapa tradisi yang silahkan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia :

1. Grebeg Suro
Tradisi ini berasal dari Ponorogo, Jatim untuk menyambut tahun baru Islam. Acara di mulai 10 hari sebelum tahun baru. Banyak acara digelar seperti festival reog seluruh Indonesia, kirab pusaka dari kadipaten lama ke kadipaten baru. pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk, larung sesaji dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Baca juga : Mengenal Tradisi Grebeg Suro di Ponorogo

2. Mubeng Benteng
Masyarakat Jogjakarta mempunyai tradisi mengitari Benteng di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 1 Muharram atau malam 1 Suro. Biasanya dilakukan sambil menyanyikan kidung jawa sebagai simbol introspeksi diri.

3. Kirab Kebo Bule.
Tradisi ini dilakukan oleh Abdi Dalem Keraton Solo dan masyarakat sekitar  keraton yaitu dengan mengadakan kirab pusaka beserta enam kerbau berwarna Putih atau bule. Kerbau bule ini dipercaya sebagai hewan keramat. Masyarakat yang melihat kirab berebut untuk menyentuh kerbau bule tersebut karena dipercaya bisa mendatangkan berkah.

4. Bubur Suro
Banyak daerah di Jawa yang membuat bubur Suro saat menyambut tahun Baru Islam. Bubur ini terbuat dari beras, santan, jahe dan sereh. Dihiasi dengan 7 jenis kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang merah(tolo) dll. Bubur ini dibuat sebagai perlambang sebagai semangat untuk menyambut tahun baru.

5. Ruwatan
Acara ini biasanya dilaksanakan oleh masyarakat jawa untuk menghilangkan menjauhkan sial.. Karena mereka mempunyai kepercayaan kalau Bulan Muharram atau Suro itu bulan suci. Acara ruwatan biasanya dengan menggelar acara wayang kulit semalam suntuk.

Ramai ya ternyata perayaan tahun baru Islam, tidak kalah ramainya dengan perayaan tahun baru Masehi. Apapun perayaannya, jangan lupa berdoa supaya tahun depan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.


You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images