[Resensi Novel] Rantau 1 Muara karya A. Fuadi

08.52.00


Judul: Rantau 1 Muara

Pengarang: A. Fuadi

Halaman: 411

Penerbit: Gramedia Pustaka


Novel Rantau Muara ini merupakan buku ketiga(terakhir) dari Trilogi Negeri 5 Menara. Dua novel sebelumnya adalah Negeri 5 Menara dan Ranah 3 warna.

Di novel Negeri 5 Menara menceritakan tentang Alif Fikri selama berada di Pondok Madani. Di novel  Ranah 3 warna beecerita tentang suka duka Alif saat kuliah di Unpad Bandung.  Hingga dia bisa terpilih menjadi salah satu peserta pertukaran pelajar di Kanada. Sementara dalam novel Ratau Muara ini menceritaka tentang Alif saat bekeeja  di ssbuah koran hingga iya bisa melanjutkan S2 di Amerika dengan beasiswa penuh.


Setelah berjuang selama 4 tahun lebih di Unpad. Akhirnya Alif bisa lulus dan menyandang gelar Sarjana Hubungan Internasional dengan nilai yang sangat memuaskan.

Namun, ternyata nilai yang bagus dan pengalaman menjadi pertukaran mahasiswa diluar negeri tidak menjadi jaminan segera mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Apalagi saat itu negara Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi efek dari runtuhnya kekuasaan kepemimpinan selama 32 tahun.

Banyak tenaga kerja yang di phk karena perusahaan bangkrut. Hal ini tentu saja membuat Alif kebingungan. Sementara surat lamaran kerja yang dikirimkan belum ada balasan yang menggembirakan.

Akhirnya setelah menunggu cukup lama, Alif pun menerima surat panggilan wawancara di sebuah media cetak yang pernah dilarang terbit pada masa orde baru. Dengan pengalaman menulis artikel sewaktu kuliah membuat Alif bisa diterima di koran tersebut.

Setelah bekerja selama 2 tahun di media tersrbut. Alif teringat kembali keinginannya untuk pergi ke Amerika. Apalagi saat itu Randai yang saat itu bekerja di IPTN memberitahukan bahwa ia akan meneruskan sekolah di Belanda. Seolah mendapat tantangan, Alif pun berusaha mencari berbagai informasi tentang beasiswa di luar negeri.

Setelah berjuang dengan mengerahkan segala kemampuannya dengan dibantu teman kerjanya yang bernama Dinara, Alif akhirnya mendapatkan beasiswa penuh untuk pasca sarjana di Amerika. Dinara ini akhirnya menikah dan menemani Alif di Amerika.

Selama kuliah di Amerika Alif masih rajin mengirimkan berbagai artikel di media massa Indonesia. Hingga dia memperoleh gelar master, Alif dan Dinara memutuskan bekerja di sebuah media di Amerika. Saat teror bom mengenai kantor bursa efek pada tahun 2011, Alif melaporkannya langsung dari tempat kejadian.

Tiga tahun bekerja di media massa Dinara menginginkan untuk pulang ke Indonesia. Namun, Alif masih bimbang. Karena masih bimbang dengan kehidupan perekonomiannya kelak saat tinggal di Indonesia. Sementara saat itu kondisi ekinominya di Amerika sangat mapan.

Akhirnya dengan segala pertimbangan Alif dan Dinara memutuskan pulang, supaya bisa lebih dekat dengan keluarga. Dan, ternyata tempatnya bekerja tetap mempekerjakan mereka sebagai koresponden.

Novel ini cukup bagus jalan ceritanya. Sebagai novel motivasi bagi siapapun yang ingin meraih sesuatu. Bawasannya setiap keinginan jika disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan doa akan membuahkan hasil.







You Might Also Like

1 komentar

  1. belum baca euy.novel karyanya Fuadi memang seru-seru. banyak banget kisah-kisah yang buat pembacanya jadi tergugah dan termotivasi.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar. Insya Allah saya akan berkunjung balik. Bila berkenan bisa saling follow aku media sosial saya yang lain.

Like us on Facebook

Flickr Images